PEMBUKAAN RUA 2010 :
MENGGALI FILOSOPI PENDIDIKAN DALAM MEMERANGI KEMISKINAN, PENYAKIT DAN KETIDAKADILAN
Rapat Umum Anggota tahun 2010 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik ke-27 dibuka tanggal 8 Maret 2010 di Gedung Pasifikus Jalan AR Hakim Pontianak.Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis,M.H. Sebelumnya para peserta melakukan Misa Syukur Pembukaan di Gereja Katedral Santo Yoseph.
Kegiatan RUA APTIK berlangsung dari tanggal 8 - 10 Maret 2010

Pemukulan Gong oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis,M.H., disaksikan oleh Bapak Uskup Pontianak, Mgr.Hieronymus Bumbun, OFM Cap., Ketua Komisi Pendidikan KWI, Mgr. Al. Sudarso, M.A, SCJ., Ketua APTIK, Bapak Drs. R. Djokopranoto, dan Ketua Panitia Penyelenggaran RUA APTIK 2010 Bapak Gabriel Christanmas, S.E., M.M.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 Universitas dan 5 Sekolah Tinggi dan 16 Yayasan yang menjadi anggota APTIK. Pembahasan utama dalam RUA ini adalah menjabarkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Semuanya dijabarkan dalam bentuk kerja nyata, seperti melalui seminar, pembinaan dan penelitian kata Drs R Djokopranoto, Ketua Badan Pengurus APTIK. Setiap fakultas dalam perguruan tinggi mendapat peran yang berbeda. Misalnya Fakultas Hukum berperan pada ketidakadilan dengan mendirikan badan bantuan hukum, badan yang membantu masyarakat kurang mampu dalam urusan hukum, seperti menyediakan pengacara. Fakultas Ekonomi dapat memerangi kemiskinan melalui berbagai program penyuluhan dan pelatihan ketrampilan masyarakat, bagaimana mendorong masyarakat memiliki ketrampilan lebih baik untuk memperbaiki ekonominya. Sedangkan peran membantu memerangi penyakit di masyarakat dapat di lakukan Fakultas Kedokteran dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Ini semua dari awal sudah dipikirkan, didiskusikan dan diprogramkan untuk saling sharing antar perguruan tinggi anggota APTIK.
RUA ini juga menghadirkan Bapak Ipang Djunarko, S.Si.,Apt., beliau adalah dosen peraih penghargaan sebagai dosen teladan dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bapak Ipang yang ditemani oleh mahasiswanya yang kebetulan berdomisili di Pontianak diminta untuk membagikan pengalamannya mengenai pengabdian kepada masyarakat. Ini dapat menjadi contoh konkrit bagi semuanya, demikian penjelasan dari Ketua APTIK. Ditambahkan, RUA APTIK 2010 juga membahas program bersama untuk anggota APTIK, termasuk penyempurnaan jaringan perpustakaan antara 18 perguruan tinggi, di mana jaringan perpustakaan satu perguruan tinggi dapat langsung diakses perguruan tinggi lain secara online. Ini sangat membantu mahasiswa dan dosen yang ingin mencari referensi perpustakaan. Selain itu , juga dibicarakan sistem online data base mahasiswa dan dosen seluruh perguruan tinggi anggota APTIK. Sistem ini memungkinkan akses data dari satu universitas ke universitas lainnya. Jadi setiap anggota bisa tahu universitas atau sekolah tinggi yang memiliki ahli pertanian, ahli hukum, ahli ekonomi atau yang lainnya ketika ada membutuhkan jasa mereka.
(Berita dikutip dari Pontianak Post, Senin 8 Maret 2010)
Event