Home Warta APTIK Warta APTIK 73 Unika Atma Jaya, Jakarta

Warta APTIK 73 Unika Atma Jaya, Jakarta

WARTA APTIK 73 (SEPT - DES 2010)

 

I.  UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA, JAKARTA

1. Ivan Goenawan, Dosen FT, Raih penghargaan dari Menristek RI

Unika Atma Jaya, Jakarta, turut bangga atas anugerah yang diterima salah seorang dosennya, Stephanus Ivan Goenawan, S.Si, M.T., Dosen Fakultas Teknik. Ivan, demikiaan sapaan beliau mendapat penghargaaan sebagai salah satu dari 102 inovator Indonesia tahun 2010.Penghargaan tersebut diberikan oleh Menristek RI, Drs. H. Suharna Surapranata, MT, di Gedung Puspitek Serpong, Selasa (12/10). Temuan baru Ivan adalah penyempurnaan ilmu hitung melalui metode horisontal (metris). Keunggulan temuan perdana ini membuat cara berhitung lebih terstruktur, praktis, dan efisien. Dua tahun sebelumnya (2008), Metris juga menghantar Ivan menoreh prestasi di Museum Rekor Indonesia (MURI).

 

2. 2 Dosen FTb Sabet L'Oreal Fellowships For Women In Science 2010

Unika Atma Jaya, Jakarta, kembali berbangga lantaran 2 dosennya dari Fakultas Teknobiologi (FTb) Yanti PhD. dan Noryawati Mulyono, SSi. mendapat penghargaan L'Oreal Fellowships For Women In Science 2010, di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (24/11). L'Oreal Fellowships For Women In Science merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada peneliti wanita yang telah mengkontribusikan sebagian besar hidup dan kariernya di bidang life science dan material science.


3. FH-Lexsprime Gelar Try Out Ujian Advokat

Fakultas Hukum bekerjasama dengan Lexsprime Indonesia menggelar try out ujian untuk para peserta calon advokat.Kegiatan ini bertujuan agar para peserta dapat memahami dan menguasai aspek-aspek hukum yang menjadi materi dalam ujian advokat. Undang-Undang nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat yang diundangkan tanggal 5 April 2006, tidak saja memberikan kepastian hukum dan status hukum bagi advokat sebagai penegak hukum, yang berprofesi memberikan jasa hukum, (seperti: memberikan konsultasi hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan klien), tetapi juga menuntut lahirnya advokat-advokat yang profesional, demi terciptanya hukum dan keadilan. Kegiatan yang berlangsung dalam dua gelombang (21/11 dan 27/11) ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk membekali dan melahirkan advokat-advokat profesional seperti yang dimaksud di atas.

 

4. UPT Puskom dan BSIM Gelar Lokakarya Revitalisasi Fungsi TI

Perkembangan teknologi informasi yang cepat membutuhkan fleksibilitas dalam sistem informasi manajemen. Perkembangan yang ada harus diimbangi dengan tata kelola Teknologi Informasi (TI) yang baik serta didukung oleh masterplan TI yang dapat menjadi pegangan. Penyempurnaan tata kelola dan masterplan TI sudah banyak dilakukan di berbagai bidang usaha, penyempurnaan perlu dilakukan untuk meningkatkan performance dari usaha tersebut. Unika Atma Jaya yang bergerak di bidang pendidikan juga harus selalu menyempurnakan tata kelola dan masterplan TI yang dimilikinya agar dapat berkompetisi dengan perguruan tinggi lainnya. Unit Penunjang Teknik Pusat Komputer (UPT Puskom) dan Biro Sistem Informasi Mahasiswa (BSIM) yang kesehariannya bersinggungan dengan teknologi dan informasi melakukan review, evaluasi dan penyempurnaan tata kelola SIM dan masterplan TI. Penyempurnaan tata kelola sudah pada tahap akhir demikian pula revisi masterplan TI. Selain itu, penyelesaian dan penyempurnaan modul Administrasi Akademik (AA) juga dilakukan pada tahun 2010. Adanya penyempurnaan serta revisi pada tata kelola dan masterplan TI serta penerapan program/aplikasi baru akan memungkinkan timbulnya paradigma baru dari para penggunanya. Lokakarya dapat dijadikan sarana sosialisasi yang baik kepada para pengguna TI di lingkungan Unika Atma Jaya. Kegiatan yang terselenggara berkat sokongan dana dari Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI) menghadirkan beberapa pembicara dari Microsoft, CISCO, HP, Telkom, dan MII.

 

5. Talkshow bareng Daoed Joesoef

Mantan Mentri Pendidikan Republik Indonesia zaman Soeharto, Daoed Joesoef, menjelang Natal (21/2) menyempatkan diri bertandang ke Kampus Atma Jaya. Beliau yang kelahiran Sumatera Utara ini, juga menyempatkan untuk bertatap muka dengan rektor, para dosen, karyawan dan mahasiswa di Ruang Pertemuan Yusgiantoro, Gedung Rektorat.Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan "Yang membuat manusia survive itu adalah pengetahuannya." Menurutnya setiap manusia lahir memiliki otak tapi belum tentu memiliki akal." Dan perbedaan pengetahuan dengan ilmu pengetahuan adalah pengetahuan diperoleh dari pengalaman yang digeneralisir sementara ilmu pengetahuan itu mendahului pengalaman. Pengetahuan yang baru adalah ilmu dan satu-satunya modal untuk membangun ilmu pengetahuan adalah kampus,"ujarnya. Ia mengatakan bahwa  harus ada tempat permagangan bagi para calon enterpreneur selain harus ada link and match antara dunia kampus dan industri. Dia mencontohkan Jerman. Di negara tersebut, jika ada investasi yang hendak membangun alat industri, pihak yang dihubungi pertama kali adalah pihak kampus yang akan memenuhi tahapan dan pemenuhan tenaga ahli. "Hal ini justru tidak terjadi di Indonesia dan itu mengakibatkan kampus hanya mencetak lulusan saja dan tidak sesuai dengan kebutuhan industri," kata Daoed. Empat hal yang menentukan pola pikir masyarakat yaitu adanya empirical fact (fakta empiris), pengertian mitologis dan religis, serta deologi politik yang ketiganya bersifat memecahkan masalah. "Yang keempat adalah scientific generalization (generalisasi ilmu pengetahuan) di mana jika mau hidup terang maka harus banyak memasukkan masyarakat yang dilatih secara ilmiah." ujarnya."Oleh karena itu pendidikan penting dalam kehidupan," katanya. Daoed juga mengungkapkan bahwa tradisi pembentukan bangsa Indonesia  dilandasi oleh dasar ilmu pengetahuan. "Nama Indonesia itu diperoleh berdasarkan penelusuran etnologi oleh bangsa Eropa yang menyebut Indos nesos yaitu sebutan untuk orang yang mendiami daratan pulau atau kepulauan," kata Daoed."Hal itu berbeda dengan bangsa Filipina yang namanya diperoleh dari nama raja Spanyol bernama Philip, tidak berlandaskan dasar ilmiah atau ilmu pengetahuan," kata Daoed. Dia juga mengatakan "kita membentuk bangsa bukan berdasarkan suatu etnik melainkan kemauan hidup bersama atas nama Indonesia. Boleh saja bilang orang Aceh tetapi tidak boleh menyebut rakyat Aceh," katanya.

 

6. FIA Unika Atma Jaya DAN ACICIS Gelar JPP V dan DSPP II

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Katolik Indonesia (FIA Unika Atma Jaya) bekerjasama dengan Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) menyelenggarakan Journalism Professional Practicum (JPP V) dan Development Studies Professional Practicum (DSPP II), 2011 di Gedung Yustinus lantai 14 Unika Atma Jaya, Jakarta, Selasa (4/11). ACICIS merupakan konsorsium yang beranggotakan 20 universitas terkemuka di Australia dan Eropa. ACICIS sendiri adalah organisasi non-profit yang didirikan pada tahun 1994. Dalam kegiatannya, ACICIS memfasilitasi dan mengkoordinasikan program-program setingkat universitas untuk mahasiswa/i Australia. Saat ini, sudah lebih dari 750 mahasiswa/i mengikuti program-program pada universitas yang menjadi mitra ACICIS, selain Unika Atma Jaya, yaitu Universitas Gajah Mada, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta. JPP bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia dalam konteks politik, ekonomi, sosial dan budaya kepada calon-calon jurnalis Australia. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para jurnalis muda Australia tersebut akan memiliki pemahaman mendalam mengenai Indonesia terkait segenap potensi dan permasalahannya, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara. Diharapkan pula peliputan mengenai Indonesia di masa mendatang akan menggunakan sudut pandang yang sesuai dengan konteks ke-Indonesia-an. Hubungan antar kedua negara akan menjadi lebih baik karena profesi jurnalis sangat berperan dalam pembentukan opini publik di kedua negara. Sedangkan di program DSPP lebih menekankan tentang masalah pembangunan. Peserta progam ini untuk tahun 2011 sebanyak 37 partisipan, yang terdiri dari 23 peserta program JPP dan 14 partisipan untuk program DSPP II. Semua peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari berbagai universitas  di Australia dengan tingkat mulai dari bachelor sampai doctoral.

 

7. Anhar Gonggong Raih Nabil Award 2010

Sejarahwan sekaligus dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan, Anhar Gonggong, raih Nabil Award 2010. Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara bertajuk 'Memahami Sejarah Membangun Bangsa, Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (14/10). Yayasan Nation Building (NABIL), adalah suatu lembaga nirlaba yang didirikan tanggal 30 September 2006 dengan tujuan untuk turut peduli kepada proses Nation Building Indonesia dan masalah-masalah yang dihadapinya. Sejak 2007, setiap tahun sekali Yayasan Nabil menganugerahkan NABIL Award kepada ilmuwan sosial yang telah berjasa bagi pengembangan proses Nation Building Indonesia melalui penelitian, penerbitan karya ilmiah dan/atau aktivitas lain yang mampumemberikan pencerahan kepada publik. Mereka yang dievaluasi adalah orang-orang dalam bidang-bidang yang berkaitan dengan tantangan yang dihadapi Nation Building Indonesia dari dulu hingga sekarang. Sejauh ini sudah enam orang sarjana dari lima negara yang telah menerima Nabil Award, yakni dari Perancis (Dr Claudine Salmon), Jerman (Dr Mary Somers-Heidhues), Singapura (Prof. Dr. Leo Suryadinata), Australia (Assoc. Prof. Charles A. Coppel), dan Indonesia (Dra. Myra Sidharta dan Mely G. Tan, Ph.D.). Di tahun ke-4 pemberian Nabil Award, Yayasan Nabil merasa terpanggil untuk memberikan penghargaan kepada para sejarawan. Hal ini berangkat dari keprihatinan akan memudarnya karakter dan wawasan kebangsaan, tidak saja di kalangan sebagian anak muda, tetapi juga di kalangan mereka yang sudah mapan. Bersama Anhar Gonggong, hadir pula Mona Lohanda, seorang Peneliti Utama dari Arsip Nasional RI, yang mampu mengawinkan Ilmu Sejarah dengan Ilmu Kearsipan. Dan Asvi Warman Adam, sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang juga mendapat Nabil Award 2010.

 

8. "Guru-Guru Keluhuran" Disambut Positif

Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) bekerjasama dengan KOMPAS mengadakan acara bedah buku berjudul "Guru-Guru Keluhuran", di Gedung Yustinus lantai 15, Unika Atma Jaya, Kamis (11/11/2010). Dalam kegiatan tersebut hadir sebagai pembedah 3 orang kaum muda dari 3 universitas yang berbeda, Gladis (Mahasiswi Unika Atma Jaya), Cendikia Putra (Universitas Prasetya Mulya), dan Nur Rachah (Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Buku "Guru-Guru Keluhuran", yang terdiri dari 23 tulisan inspiratif dari sebuah generasi yang hidup di tiga zaman, yaitu penjajahan Belanda diselingi Inggris, penjajahan Jepang, dan era kemerdekaan, disambut positif oleh mahasiswa, hal tersebut tampak dari antusiasme positif dari para peserta talkshow yang hadir pada saat itu. Buku yang disunting wartawan Kompas ST Sularto dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas ini merupakan kompilasi tulisan Adrian B Lapian, BRA Mooryati Soedibyo, Ciputra, Conny Semiawan, Daoed Joesoef, Emil Salim, HAR Tilaar, Koento Wibisono Siswomihardjo, Mangombar Ferdinand Siregar, Melly G Tan, dan MT Zen. Ada pula Myra Sidharta, RP Soejono, Rosihan Anwar, Santoso S Hamijoyo, Saparinah Sadli, Sayidiman Suryohadiprojo, Sediono MP Tjondronegoro, Sjamsoe'oed Sadjad, Soekanto SA, Soemarno Soedarsono, Toeti Heraty, dan Winarno Surakhmad. Para sesepuh di bidang pendidikan tersebut masing-masing mengisahkan dengan gaya bertutur soal perjuangan hidup mereka di tiga zaman tersebut.

 

9. Konferensi Guru Nusantara 2010

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerjasama dengan ProVisi Education dan Swadaya menggelar Konferensi Guru Nusantara 2010 (KGN), 9-10 November 2010. KGN merupakan sebuah konferensi pendidikan ilmiah berskala nasional yang diperuntukkan bagi guru-guru Indonesia dengan harapan bisa membantu percepatan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia untuk membuka wawasan, pengetahuan, dan pengalaman mengenai konsep-konsep, metode, ataupun praktik-praktik pembelajaran yang mutakhir dan bermutu. KGN dilaksanakan sejak 2006. Kegiatan yang tahun ini mengusung tema "Guru Abad 21: Transformasi untuk Menjawab Tantangan Guru" menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya, B Herry Priyono, Sonny Keraf, dan Lendo Novo. "Berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan dalam konteks ini bisa dipertukarkan dengan bersekolah, agaknya saat ini menjadi sebuah jalan yang mesti dilalui oleh semua warga masyarakat yang menyebut dirinya modern," ungkap Herry. Sementara itu, mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Dr Sonny Keraf mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan, tugas guru bukan semata mengajari, melainkan juga menginspirasi. "Tapi guru yang mampu memberi arahan pendidikan bagi pembangunan berkelanjutan," tandas Sonny. Lendo Novo, penggagas sekolah alam di Indonesia, punya pendapat sedikit berbeda. Dia mengatakan, guru tidak bekerja laiknya seorang tukang, tetapi bak seniman. "Guru seperti ini tidak sekadar berusaha mencetak murid-murid naik kelas dengan standar angka-angka tertentu, namun ia mampu membekali murid-muridnya dengan inspirasi yang tak penah mati," ujar Lendo. "Bahkan, jika sang murid terpaksa tak mampu melanjutkan sekolah atau gagal memenuhi standar nilai yang ditetapkan, inspirasi itu tetap hidup dalam diri si murid," lanjutnya.

 

10. Mahasiswi FTb Mewakili Indonesia dalam Konferensi Internasional Wikimania di Polandia

Kartika Sary Henry, Mahasiswi Fakultas Teknobiologi, berhasil menjadi perserta terbaik Kompetisi Bebaskan Pengetahuan 2010 dan mewakili Indonesia dalam Konferensi Internasional Wikimania di Polandia.Kehadiran mahasiswi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, pada acara tahunan wikipediawan itu lantaran dia menjadi peserta terbaik dalam Kompetisi Bebaskan Pengetahuan 2010. Kartika berhasil menyisihkan 90 peserta lainnya dengan nilai final 94,96. Tika, demikian sapaannya, mengisahkan bahwa sebagai bangsa Indonesia kita harus bersyukur karena kita memiliki bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia. Sehingga dengan demikian memudahkan kita untuk melakukan penyebaran ilmu pengetahuan. Ia juga berpesan agar Wikipedia bisa disebarluaskan melalui jalur pendidikan dan tidak ada orang 'iseng' yang menyuting artikel sembarangan.

 

11. FT Selenggarakan OKA II

Kreativitas siswa dalam berhitung dapat diasah melalui bermain angka-angka. Kemampuan siswa menghitung dalam perkalian, misalnya, bisa melebihi kemampuan kalkulator 12 digit dengan menguasai metode berhitung horizontal. Hal itu terlihat dalam Olimpiade Kreativitas Angka (OKA) yang untuk kedua kalinya diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Atmajaya di Jakarta, Sabtu (14/11). Lomba berhitung yang diikuti siswa SD hingga mahasiswa dan masyarakat umum itu merupakan kompetisi yang mengasah kreativitas pengenalan keteraturan pola angka. OKA pertama kali dicetuskan oleh Stephanus Ivan Goenawan, Dosen Tetap di Fakultas Teknik. Metris, demikian sebutan metode berhitung tersebut mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Metode itu pulalah yang menghantar Ivan mendapat penghargaan dari Menristek RI pada bulan Oktober lalu.

 

12. FH Bahas Soal Pemberantasan Korupsi

Fakultas Hukum mengadakan diskusi tentang "Antikorupsi dan Transparansi," Kamis (7/10). Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai pembicara Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Ekonomi, Energi, dan Bisnis Jose W Fernandez. Dia mengakui, AS pun tidak kebal dari praktik korupsi. ”Kami berada di peringkat ke-21 dunia dalam transparansi dan korupsi,” ujarnya. Secara keseluruhan, Fernandez mengatakan, transparansi dan pemberantasan korupsi akan membangkitkan minat asing untuk berinvestasi di Indonesia.

 

13. Mahasiswa dan Keluarga Kenang Peristiwa Semanggi I

Mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Semanggi (FAMSI) dan keluarga korban BR Norma Irmawan atau Wawan, Sumarsih dan Arif Priyadi, mengenang kembali tragedi berdarah Semanggi I yang terjadi 12 tahun silam. Wawan adalah mahasiswa Unika Atma Jaya, Fakultas Ekonomi, yang menjadi korban dalam peristiwa itu. Peringatan tragedi Semanggi kali ini dilaksanakan di pelataran parkir kampus. Puluhan mahasiswa dan simpatisan turut dalam kenangan tersebut.

 

14. FH Gelar Seminar Soal Perpu dalam Kaitannya dengan Otsus di Papua

Fakultas Hukum menggelar Seminar berjudul "Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan Terkait Otonomi Khusus di Tanah Papua", Kamis (28/10). Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Patrialis Akbar. Ia menyarankan, pembenahan koordinasi antara kaukus Papua di parlemen dengan pemerintah daerah.  Patrialis juga mengusulkan, beberapa warga Papua yang tidak benar-benar terlibat dalam aktivitas separatis di Papua seharusnya diberi pengampunan oleh negara.

 

15. FKIP Selenggarakan Diskusi Panel Pendidikan Profesi Guru

Profesionalisme guru merupakan aspek kunci yang menentukan keberhasilan pendidikan untuk mencerdaskan anak bangsa. Peningkatan profesionalisme guru di Indonesia merupakan tantangan besar yang harus ditangani pemerintah yang bertanggung jawab terhadap usaha mencerdaskan bangsa. Pemerintah telah menyelenggarakan program sertifikasi guru melalui jalur portofolio dan jalur pendidikan sebagai langkah awal perubahan pendidikan. Perubahan menuju pendidikan nasional yang maju memiliki tantangan yang kompleks, antara lain program peningkatan guru yang lebih komprehensif dan akuntabel. Diskusi panel ini diadakan untuk memberikan gambaran kepada guru dan LPTK terkait tentang kebijakan dan rencana pemerintah dalam implementasi PPG. Kegiatan ini diadakan untuk menyambut pesata emas hadirnya FKIP di Unka Atma Jaya (1 Januari 1961). Disukusi panel saat itu dibuka resmi oleh Wakil Mendiknas Prof. Dr. Fasli Jalal.

 

16. Bedah Buku Ponzi Ekonomi 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi mengadakan bedah buku berjudul "Ponzi Ekonomi", Rabu (8/12). Acara yang mengusung tema "Perbankan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Global”, hadir sebagai pembica: Dr. Perry Warjiyo (Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia), Tony A. Prasetiantono Ph.D (Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM & Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk), Dr. Arief Budimanta (Anggota DPR RI Komisi Keuangan dan Perbankan), Dr. A.Prasetyantoko (Ketua LPPM Unika Atma Jaya), dan Andi Suruji (Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas) berperan sebagai moderator.

 

17. FE Gelar Seminar Nasional Digital Consumer, Hybrid Store&Impulse Behavior in Indonesian Retailing  

Fakultas Ekonomi menggelar Seminar Nasional bertajuk Digital Consumer, Hybrid Store & Impulse Behavior in Indonesian Retailing, Jumat (3/12). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa menghadirkan Yongky Surya Susilo (Director Retailer Services, The Nielsen Indonesia), dan Sugiyanto Wibawa, Ir.,MBA (Retail Development & Board of Director PT HERO Supermarket, TBK) sebagai pembicara, serta Lina Salim, SE., MBA, MA, CPM (A), PhD sebagai moderator.

 

18. Tes PMB  

Saat ini Unika Atma Jaya sudah melaksanankan tes masuk gelombang kedua. Tes masuk pertama terjadi pada Oktober 2010 dan gelombang kedua pada Januari 2011.

 

19. Diskusi Menata Arsitektur Finansial Indonesia Menyongsong Tahun 2011 

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Atma Jaya bekerjasama dengan Banking and Finance Working Group, dan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi – Unika Atma Jaya akan menggelar diskusi aktual “Menata Arsitektur Finansial Indonesia Menyongsong 2011”, Rabu (1/9). Hadir dalam diskusi tersebut sebagai pembicara Dr. Rofikoh Rokhim (Pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) dan Ekonom Harian Bisnis Indonesia), Ryan Kiryanto (Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk), Yanuar Rizky (Pengamat Pasar Modal), Dr. Ir. Arief Budimanta, MSc. (Anggota DPR Fraksi PDIP)

 

20. Pesta Emas Imamat K. Bertens, MSC 

Yayasan Atma Jaya dan Unika Atma Jaya merayakan pesta emas tahbisan/imamat K. Bertens, Jumat (17/9). Di Atma Jaya, K. Bertens mendedikasikan ilmunya sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi. Dia juga aktif di Pusat Pengembangan Etika (PPE).

 

21. Talkshow "Meneropong Eksistensi KPK dari Kasus Bibit-Chandra"

Unika Atma Jaya Moot Court Guild (AMG) menggelar seminar “Upaya Pelemahan KPK oleh Mafia Hukum”, Rabu (1/9). Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai pembicara Todung Mulya Lubis, Achmad Sentosa, Hikmahanto Juana, dan Febridiansyah.

 

22. Seminar Blok Entrepreneurship dalam Bidang Kesehatan 

Fakultas Kedokteran menggelar seminar dengan tema Health Care Entrepreneurship, 14 dan 16 September 2010. Seminar yang menghadirkan Prof. Dr. Rheinald Kasali, Prof. Dr. dr. Yos Susanto, Drs. Bambang Ismawan, M.Sc, dan Fransiscus Welirang sebagai pembicara, bertujuan agar para calon dokter mendapatkan wawasan dan pemahaman tentang hakekat entrepreneurship yang berlandaskan kreativitas, inovasi, analisis risiko, terobosan-terobosan baru serta memahami piranti entrepreneurship agar dapat menunjang dan mengembangkan praktek dokter serta mampu memberikan kontribusi-kontribusinya kepada masyarakat secara lebih baik. Bukan untuk menjadikan sarjana kedokteran beralih profesi menjadi bussinesman.

 

23. Orasi Ilmiah “Tempat Ekonomi dalam Relasi Sosial (Suatu Refleksi Filosofis Karl Polanyi)”

Pusat Pengembangan Etika dan Fakultas Ekonomi mengadakan orasi ilmiah tentang “Tempat Ekonomi dalam Relasi Sosial”, Kamis (28/10). Tema ini berasal dari pemikiran seorang intelektual dan sejarahwan ekonomi, Karl Polanyi. Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai orator B. Herry-Priyono (Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara).

 

24. Seminar Integrating Songs in Young Learner Classrooms

Pusat Pengajaran Bahasa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (PPB Unika Atma Jaya) dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-33 menggelar seminar setengah hari dengan mengusung tema “Integrating Songs in Young Learner Classrooms”, Sabtu (6/11). Kegiatan hasil kerja sama dengan Network for English Teacher (NET), sebuah organisasi non-profit yang didirikan oleh Unika Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Indonesia menghadirkan pembicara Marsue Ferguson (NET Chairperson), dan Paulina Chandrasari K.

 

25. Fragmen Rayakan Misa Malam Natal

Pastoran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (PAJ) menggelar Misa Kudus Malam Natal, Jumat (24/12). Misa yang mengusung tema Find the True Happines, God within Us diawali dengan fragmen berjudul Kelahiran Kembali yang dimainkan oleh para mahasiswa Unika Atma Jaya.

26. Unika Atma Jaya Raih Juara Beregu Kejuaraan Tenis Menja di ITB Open

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta menggondol juara nomor beregu pada Kejuaraan Tenis Meja ITB Open XII/2010 yang berlangsung di Gedung Serbaguna ITB Jln. Tamansari Bandung, Rabu, 24 November 2010. Di partai final, Unika Atma Jaya mengalahkan Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang 2-0.

Last Updated on Monday, 28 November 2011 19:44